Wednesday, May 11, 2011

PMW 2011 Ajak Mahasiswa Berwirausaha

Usai sudah masa publikasi dan sosialisasi Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2011 Universitas Airlangga (Unair). Program yang diadakan oleh Pusat Pembinaan Karier dan Kewirausahaan (PPKK) Unair ini mengakhiri masa sosialisasinya pada 9 Mei 2011 lalu. Kini program ini memasuki babakan baru, yaitu masa penyerahan proposal bisnis para peserta. Proposal tersebut harus segera diserahkan peserta sebelum deadline tanggal  27 Mei 2011.
            Setelah sosialisasi, mahasiswa yang memenuhi syarat dan berminat dapat langsung mengajukan bisnis model (proposal, red) mereka. Bisnis model tersebut harus disetujui oleh pembimbing serta diketahui oleh Dekan Fakultas dari Ketua pengusul,” jelas Arif Firmansyah, Koordinator Bidang Kewiraausahaan PPKK Unair.
            Sebelum diwujudkan menjadi suatu business plan, proposal tersebut nantinya akan melalui tiga tahapan seleksi. Diantaranya penilaian dan seleksi proposal, lalu pemantapan ide bisnis dengan melakukan presentasi di depan  para praktisi bisnis, dan yang terakhir mini expo serta selling contest antar para peserta.
            Nantinya akan terpilih 10 peserta individu dan 20 hingga 40 peserta yang berekelompok untuk dipastikan menjadi pemenang. Para pemenang tersebut selanjutnya berhak atas pelatihan kewirausahaan serta uang tunai sebagai modal untuk merealisasikan bisnis mereka. Bagi yang sendirian akan mendapatkan modal sebesar Rp 5 juta.Sedangkan peserta beregu akan mendapatkan Rp 15 juta, dimana satu regu terdiri atas 3 hingga 5 orang.
            “Pada tahun ini memang pelatihan kewirausahaan diberikan setelah proses seleksi model bisnis. Berbeda dengan tahun lalu yang mengharuskan peserta mengikuti pelatihan dulu, baru selanjutnya diseleksi. Hal ini dilakukan karena keinginan panitia akan peserta yang tidak hanya inovatif secara produk, namun juga berdaya jual tinggi,” ungkap Arif yang juga merupakan dosen di Fakultas Bisnis dan Ekonomi Unair.
            Pada tahun lalu, misalnya, Arif menggambarkan banyak sekali peserta yang berinovasi terhadap produknya. Namun ia menyayangkan adanya kesamaan jenis produk yang dijual oleh para peserta. “Kebanyakan peserta menjual produk kuliner serta souvenir di tahun lalu. Tahun ini harus lebih inovatif dan mampu menjaring pasar secara lebih luas,” tambahnya.
            Bagi peserta yang tahun lalu sudah mengikuti PMW, tahun ini masih terbuka kesempatan lagi bagi mereka yang berminat. Hal ini dilakukan bukan tanpa syarat. Syaratnya, peserta tahun lalu tersebut harus memenuhi laporan keuangan secara berkala selama satu tahun.
            “Peserta tahun lalu bisa memperoleh dana penguatan pada PMW tahun ini. Namun harus ada keputusan valid dari dewan juri, yang kebanyakan adalah praktisi bisnis, bahwa laporan keuangan yang peserta sampaikan adalah lengkap dan nyata selama satu tahun,” kata Elly Munadziroh, Ketua PPKK Unair.
            Selain itu, sebagai bentuk kontrol panitia terhadap peserta, PPKK mewajibkan para peserta untuk mengembalikan dana hasil usaha secara bertahap. Pengembalian tersebut dilakukan selama satu tahun periode program. Bagi peserta periode 2010, pengembalian dilakukan maksimal dua tahun periode program. Besarnya dana yang dikembalikan adalah sebesar 70 persen hasil usaha. Sedangkan sisanya, 30 persen dibberikan kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi.
            PMW 2011 ini merupakan salah satu program PPKK Unair yang sudah ada sejak tahun 2009. Tujuannya adalah untuk menstimulus dan mengedukasi mahasiswa yang memiliki jiwa enterpreneur. Dengan program ini diharapkan mahasiswa tidak saja lulus untuk mencari kerja. Melainkan lulus untuk menciptakan lapangan pekerjaan.
            “Karena sebenarnya kuliah adalah tidak melulu tentang tugas. Melainkan juga perlu sofskill untuk digunakan saat bekerja nanti. Salah satunya ya entrepreneurship ini,” ujar Elly mengakhiri pembicaraan. (zaq)
           

1 comment:

  1. Sony KusumasondjajaMay 11, 2011 at 4:01 PM

    Ide tulisannya biasa saja meskipun tulisannya sangat informatif. Kekurangan utama tulisan ini adalah (1) pilihan kata dan susunan kalimat yang digunakan kurang efisien, wordy, ditambah beberapa kesalahan redaksional (2) IMHO, pilihan font Times New Roman utk online news sangat tidak nyaman di mata.

    ReplyDelete