Wednesday, May 11, 2011

ASC, Sarana Bisnis Dari dan Untuk Mahasiswa

Surabaya – souvenir dan merchandise ternyata  dapat dijadikan sebagai suatu sarana promosi bagi suatu instansi atau perusahaan , hal ini terbukti dengan keberadaan  Airlangga Souvenir Center (ASC). Pusat oleh oleh dan souvenir yang terletak di dalam kawasan kampus B Universitas Airlangga ini berdiri sejak  Maret 2010 dan dirintis oleh Muhammad Lukman Hakim.
ASC sendiri adalah pusat segala macam pernak pernik yang diproduksi oleh mahasiswa dan ditujukan untuk civitas akademika UNAIR, seperti pakaian, tas, jam, topi, alat-alat tulis, serta beberapa aksesoris lain yang mengandung icon UNAIR. Awal berdirinya bisnis ini adalah sebuah inisiatif sederhana dari Hakim dan teman teman wirausahanya di UNAIR yang menginginkan keberadaan sebuah Koperasi Mahasiswa (KOPMA) di UNAIR karena malu jika dibandingkan dengan KOPMA yang sudah ada di beberapa universitas lain. “Karena Unair memang tidak punya, ini yang paling membuat saya malu jika dibandingkan dengan universitas lain yang punya KOPMA yang kokoh.” ujarnya. Ide inipun didukung oleh pak Aribowo yang saat ini menjabat sebagai dekan Fakultas Ilmu Budaya. 
keberadaan Asc yang awalnya hanya bermodalkan seperangkat komputer ini mendapat dukungan dari para mahasiswa UNAIR sendiri, baik secara moril maupun materiil. Contohnya saja adalah pengadaan barang yang disuplai sendiri oleh para dekan dan mahasiswa UNAIR. “Modal awal yang dibutuhkan tidak banyak, namun modal kepercayaan ini yang mahal, bagaimana cara untuk dipercaya oleh dekan FIB beserta UNAIR pada khususnya agar bisa membentuk usaha ini di dalam kampus.” Jelasnya.
Saat ini penghasilan yang didapat ASC setiap bulan mencapai 4-5 juta rupiah. Tentu saja hal ini berbeda dengan hasil ketika masa libur mahasiswa. Namun hal ini disiasati dengan cara melayani pihak UNAIR melalui pemesanan baik via telepon maupun internet. Sarana promosi yang digunakan ASC pun beragam, mulai dari brosur, pamflet, melalui beberapa event yang diikuti atau disponsori oleh pihak ASC, dan tentu saja media elektronik yang sangat menunjang.
Perkembangan usaha ini pun bukan tanpa disertai halangan. Kendala yang ditemui mulai dari modal usaha hingga kurangnya dukungan dari pihak UNAIR. “Yang paling mendesak adalah modaln usaha, karena ini murni pakai duit saya. Rektorat terkesan cuek sekali, padahal kita bantu mereka untuk mempromosikan kampus. Tapi ya sudahlah, saya yakin ini akan besar sekali nantinya. Sekarang ya saya rintis pelan-pelan, nanti kalau sudah besar sekali pastilah mereka baru ikut campur.” Guraunya.
Sampai saat ini ASC terus melakukan pengembangan usahanya sebagai pusat aksesoris satu-satunya di UNAIR. Saat ini ASC baru memiliki satu cabang di kampus C saja. Hakim berencana untuk mengembangkan cabang di seluruh kampus A, B, dan C. Nantinya peran ASC ini sendiri dapat dijadikan sebagai media bantuan untuk mahasiswa. “Yang bekerja nanti ya harus anak-anak mahasiswa sendiri, akan ada pelatihan manajemen, dan paling tidak teman-teman bisa mengeksprsikan jiwa kewirausahaannya lewat ini.” Tambahnya.
Bagi Hakim secara pribadi, ASC sebagai KOPMA telah menjawab kebingungan dari tamu-tamu asing yang berkunjung sebagai referensi pencarian souvenir dan marchendise khususnya di UNAIR.
14 Maret lalu ASC mengadakan syukuran tahun pertamanya. Sebenarnya ini tanggal ini bukanlah tanggal murni berdirinya ASC, melainkan tanggal lahir Hakim sendiri sebagai perintis sekaligus direkturnya. Alasannya bukanlah karena untuk menghormati Hakim, namun hanya untuk kemudahan bagi para kru ASC sendiri untuk mengingatnya.(bim)

1 comment:

  1. Sony KusumasondjajaMay 11, 2011 at 4:49 PM

    Ide tulisannya cukup menarik - tapi kalau tulisan ini dimuat di media massa komersial mestinya akan masuk di rubrik Profil Bisnis atau malah Advertorial. Penyajiannya agak membosankan, ini jenis tulisan yang mendorong pembaca untuk melakukan skimming reading.

    ReplyDelete